Bram menghela nafas berat, jutaan jarum yang menancap di hatinya menusuk makin dalam. Perih, rasa sakit kian terasa saat melihat wajah lembut di hadapannya mengisak tangis.
Butiran berlian itu mengalir membasahi pipi Nana. Ingin sekali Bram
menyentuhnya, dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Lalu berbisik,
"Jangan menangis, Sayang, jangan menangis. Air matamu terlalu berharga
jika harus menetes untuk orang yang telah membuat hatimu terluka."
Tapi Bram hanya membeku, tak ada satupun yang bisa ia lakukan, kecuali membiarkan Nana menangis.
Bunda Nina ini Syams :). aku mau minta komentar pendapatnya nih mengenai artikelku, ini linknya :
ReplyDeletehttp://tulisyams.blogspot.com/2013/06/ganlob-menurutku-adalah.html
terima kasih ya bun, salam penulis. Sukses!